Monday, September 26, 2022

About The Duke of Sussex

 The Duke of Sussex is fifth in line to the throne and the younger son of The Prince of Wales and Diana, Princess of Wales. He spent ten years working in the Armed Forces, ending operational duties in 2015. During his service, he conducted two tours of duty to Afghanistan with the British Army.

As announced in January, The Duke and Duchess have stepped back as senior members of The Royal Family. They are balancing their time between the United Kingdom and North America, continuing to honour their duty to The Queen, the Commonwealth, and their patronages. Frogmore Cottage in the UK remains their family home.

He has campaigned to raise awareness of the ongoing challenges facing service personnel making the transition to civilian life. In particular, he has worked to bring wider public attention to the support that wounded, injured and sick servicemen and women need through their entire rehabilitation process. That includes long-term support for each person and their family for both physical and mental injuries.

About The Duke of Kent

 As Vice Chairman of the Overseas Trade Board, and later of British Trade International (1976 – 2001), The Duke of Kent has undertaken over 60 overseas trips to promote British trade and exports, including to Europe, Japan, Australia and the Middle East. He was also the first member of the Royal Family to make an official visit to China.

The Duke of Kent is involved with over 140 different charities, organisations and professional bodies which cover a wide range of issues, from commemorating the war dead, to fostering the development of British technology and industry. His Royal Highness undertakes numerous engagements each year in support of these organisations, both in the UK and across the Commonwealth.

About The Prince of Wales

 The Prince of Wales is the heir to the throne and the eldest son of His Majesty The King and Diana, Princess of Wales. His Royal Highness is married to The Princess of Wales, Catherine, with whom he has three children, Prince George, Princess Charlotte and Prince Louis. The family's official residence is Kensington Palace. His Royal Highness undertakes a number of charitable activities and projects and carries out public and official duties in support of The King, in the UK and overseas.

The Environment 

Protecting the natural environment for future generations is one of Prince William’s key priorities. His Royal Highness is Patron of a number of charities which are focused on conservation and through The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, he has spearheaded global initiatives to protect our natural world.  

Most recently, in 2020, His Royal Highness launched The Earthshot Prize – a global environmental prize and platform to discover, award, celebrate and scale ground-breaking solutions to repair and regenerate the planet every year until 2030. The Prize comprises five Earthshot challenges which will have the greatest impact on the biggest environmental challenges facing our planet. The first awards ceremony took place in London in October 2021.

Wednesday, September 7, 2022

Cara Bicara Menggunakan Aksen British

 1. Samarkan Huruf “R”

Kalau kamu menyukai, atau bahkan merupakan penggemar berat film Harry Potter, pasti tahu dong kalau cara orang-orang memanggil nama Harry itu huruf konsonan R-nya tidak terlalu jelas atau luruh.

Perbedaan besar ada pada suara R. Orang Amerika sering mengucapkan R dengan cukup kuat, sedangkan orang Inggris cenderung tidak mengucapkannya sama sekali. R memiliki efek membuat vokal terdengar lebih panjang. Jika kamu menemukan kata yang terdapat huruf R, setelah huruf vokal jangan mengucapkan R dengan jelas. Tapi, kamu bisa panjangkan huruf vokal dan mungkin menambahkan “uh” setelahnya. Contohnya, Here = Heuh, Hurry = huh-ree, Water = woteuh, More = Mo, Car = Ka, Farm = Faam, Hear = Hieh, dan sebagainya.

2. Samarkan Huruf “T”

Orang-orang di Amerika sering mengucapkan huruf “T” hampir seperti huruf “D”, alias dengan kuat, sedangkan orang British lebih sering menyamarkannya. Seperti misalnya, pelafalan kata British = /bri-ish/, But = /b(a)’/, dan sebagainya.

Nah, tapi, gak semua British pelafalan huruf “T” menjadi luruh atau samar. Pada kata dengan double “T”, biasanya akan menjadi seperti “TH” dan kita ucapkan dengan kuat, contoh: Bottle = /both-(e)l/, Better = /beth-e(r)/, Peter = /Peth-er/, Bottom = /Both-om/

3. Huruf “O” Dibaca Biasa (seperti pada bahasa Indonesia)

Cara yang keempat ini mudah sekali untuk kamu praktikkan, karena dalam aksen British, huruf vokal “O” tetap kita baca “O” (biasa), sama seperti saat kita mengatakan “obat”, atau “menggonggong”, atau “objek” dalam bahasa Indonesia. Berbeda dengan aksen Amerika yang huruf O-nya cenderung kita baca menyerupai huruf “a”.

Contohnya, Stop = /stop/, Dog= /dog/, Lock = /lok/, Clock = /klok/.

4. Baca Biasa Huruf “A”

Ini juga mudah. Kalau pada aksen Amerika huruf “A” dibaca seperti “Ae”, maka pada aksen British kita lafalkan “Aa” seperti membaca huruf “A” biasa pada bahasa Indonesia.

Contoh, Dance = /dans/, Than = /than/, Way = /way/, Fast = /fast/, Fashion = /fashien/

5. Pelafalan Huruf “U”

Pelafalan huruf “U” ini dibaca menyerupai /iu/ atau /tj/. Berbeda dengan aksen Amerika yang pelafalannya menjadi “Uu”.

Contoh pelafalannya: Youtube = /yu(c)iub/, Due = /diu/, Tube = /ciub/, Stupid = /stjupid/.

9 Aturan Grammar Dasar Untuk Pemula

 Sebagai seorang pemula, kamu tak perlu stress terlalu banyak memikirkan bagaimana bisa perfect dalam grammar. Bahkan beberapa native speaker pun terkadang kepleset grammar-nya saat conversation. Tapi, dengan mempelajari struktur grammar dasar, skill bahasa Inggris kamu bakal meningkat drastis. Dalam artikel kali ini, kita bakalan share 9 aturan grammar dasar yang harus kamu ketahui supaya kamu lebih lancar dalam speaking.  

 

1. Singular vs. Plural Noun

Noun atau kata benda adalah hal pertama yang akan kamu pelajari saat mulai belajar suatu bahasa baru. Dalam bahasa Inggris, Noun dapat merujuk kepada nama orang, tempat, atau benda yang dapat berbentuk tunggal atau jamak.

Akhir huruf pada kata benda lah yang nantinya akan menentukan apakah kata tersebut tunggal atau jamak. Untuk kebanyakan noun, cukup tambahkan -s untuk membuat sebuah kata benda/noun menjadi jamak.

Doctor → Doctors

Mountain → Mountains

Cat → Cats

Thought → Thoughts

Untuk kata benda/noun yang berakhiran -ch, -x atau -s, tambahkan akhiran -es untuk membuatnya menjadi jamak.

Church → Churches

Tax → Taxes

Eyeglass → Eyeglasses

5 Aturan Grammar yang Wajib Dipelajari Para Pemula

Belajar bahasa Inggris biasanya diawali dengan mempelajari tata bahasa atau grammar. Grammar menjadi materi belajar yang cukup penting karena akan berguna saat belajar berbicara dan menulis. Namun, mengingat begitu banyaknya aturan yang harus kamu kuasai, kamu bisa memulai belajar bahasa ini dengan aturan grammar dasar. Apa saja aturan-aturan tersebut? Berikut penjelasannya.

Struktur kalimat dasar

Dalam bahasa Inggris, sebuah kalimat setidaknya harus terdiri dari noun atau kata benda, dan verb atau kata kerja. Biasanya, noun berperan sebagai subjek atau objek dari kalimat, sementara verb adalah predikatnya.

Misalnya, “She eats rice”, yang berarti, “Dia (perempuan) makan nasi.” She dan rice adalah kata benda yang berperan sebagai subjek dan objek. Sementara eats adalah kata kerja yang menunjukkan sebuah kegiatan dan berperan sebagai predikat di dalam kalimat tersebut.

Penggunaan preposisi in, on, at

Berbeda dengan preposisi dalam bahasa Indonesia, preposisi dalam bahasa Inggris lebih beragam. Penggunaan ini juga diatur dalam tata bahasa. Preposisi biasanya digunakan untuk menunjukkan lokasi.

Misalnya, in digunakan untuk menjelaskan lokasi di dalam sebuah tempat. Sementara, on menjelaskan lokasi di atas suatu tempat. Selain lokasi, in, on, dan at juga bisa digunakan untuk menunjukkan waktu, arah, pergerakan, kepemilikan, alasan, dan masih banyak lagi. Kamu harus menguasainya jika ingin belajar bahasa Inggris lebih dalam lagi.

Penggunaan artikel a dan an

Di dalam bahasa Inggris, untuk menunjukkan sebuah kata benda atau frasa nomina, biasanya akan digunakan artikel a dan an. Tetapi, artikel ini hanya digunakan jika menunjukkan objek yang tidak spesifik, atau hanya satu dari sejumlah benda.

Artikel a dan an berbeda waktu penggunaannya. Misalnya, a digunakan untuk kata yang diawali dengan huruf konsonan seperti a bear, sementara an digunakan untuk mengawali kata yang diawali oleh huruf vokal seperti an oven.

Tenses

Ada 16 tenses dalam bahasa Inggris. Biasanya, jika kamu belajar bahasa Inggris online, kamu akan menemukan website atau aplikasi yang mengajarkan kamu semua tenses. Begitu pula jika kamu mengikuti kursus bahasa Inggris. Tetapi, sebagai pemula kamu tidak wajib memahami keseluruhannya.

Kamu cukup mempelajari tenses yang paling sering kamu gunakan. Seperti simple present tense, simple past tense, simple future tense, dan simple perfect tense.

Memahami tipe-tipe pronomina

Dalam bahasa Inggris, pronomina terbagi ke dalam empat jenis. Ada pronomina subjek, objek, kepemilikan, dan demonstratif. Kamu akan sering menggunakan keempat jenis pronomina ini saat berbahasa Inggris. Maka dari itu, kamu harus menguasai cara pemakaian masing-masing tipe.

Misalnya, pronomina subjek seperti I, you, they, he, she, we, dan it digunakan untuk menjelaskan subjek dalam sebuah kalimat. Sementara, you, me, him, her, them, us, dan it adalah pronomina objek. Begitu juga dengan penggunaan pronomina kepemilikan dan demonstratif yang wajib kamu pelajari jika ingin lancar belajar bahasa Inggris.

Mungkin, kamu butuh waktu yang tidak sebentar untuk benar-benar menguasai secara menyeluruh penggunaan bahasa Inggris. Tetapi, setidaknya, aturan grammar dasar di atas sudah cukup untuk membantumu memulai belajar. Selanjutnya, kamu bisa mempelajari aturan tata bahasa lain dengan tingkatan yang lebih sulit. Selamat

belajar!

Sadece Sen (2013 - HD) | Türk Filmi

Sunday, September 4, 2022

 

 'If' vs. 'Whether': Similar But Different
Two words of uncertainty

If and whether are often interchangeable, but have distinct uses. For clarity, it is best to use whether in reference to a choice or alternatives ("we're going whether it rains or not") and if when establishing a condition ("we will go if it doesn't rain").
In English grammar, a conjunction is a word that joins together sentences, clauses, phrases, or comments. If and whether are referred to as subordinating conjunctions, which means that they are elements that form sentences into word groups called, well, subordinate clauses. As such, they have similar functions, which sometimes causes hesitation on which to use. Grammarians have ruled that if and whether they have different uses; however, they are interchangeable in their shared senses referring to the uncertainty of future happenings. That ruling is consistent with the lawlessness of English, which leads to confusion (and which we will clarify).
Though English will still remain chaotic, whether we clarify this issue or not.

Whether dan If: Penggunaan, Perbedaan, dan Contoh Kalimat

 Walaupun sama-sama digunakan dalam kalimat pengandaian, whether dan if ternyata tidak bisa digunakan secara sembarangan.

Untuk menempelkan dalam kalimat, kamu harus menyesuaikan dengan kondisi atau situasi yang sedang dihadapi.

Sebenarnya, apa sih perbedaannya? Lalu, bagaimana cara penggunaannya?

Perbedaan Whether dan If

Pada umumnya, penggunaan if digunakan sebagai subordinator pada conditional clause atau kalimat pengandaian.

Biasanya ciri umum penggunaan if terdapat kata ‘then’ pada kalimat yang menunjukkan bisa saja bukan fakta, namun hanya tersirat. Contohnya:

  • If you sleep late, you will be sleepy.
  • If I have free time,  I will go swimming.

Penggunaan if tak harus mutlak dilengkapi dengan sebuah then’ statement.

Kamu tetap bisa menggunakannya dalam kalimat pengandaian yang situasinya belum terjadi. Contoh:

  • I don’t know if she will come or not.
  • He will scream if he needs help.
  • I won’t be mad at you if you tell me the truth.
  • What will happen if I throw a stone at his window?
  • Just go home if you are not ready for this.


Lalu, bagaimana dengan penggunaan whether? Ada beberapa kegunaan dan kondisi untuk menggunakan whether.

  1. Whether digunakan ketika seseorang bermaksud menunjukkan dua alternatif. Untuk menunjukkan kondisi ini biasanya whether digunakan bersama dengan or. Pada situasi ini, whether berfungsi sebagai corelative junction. Sebagai contoh: I’m confused whether I should live in Tokyo or to live in Osaka.
  2. Whether bisa juga digunakan sebagai subjek dalam kalimat. Contoh: Whether he comes or not means nothing to me.
  3. Hanya whether yang bisa digunakan sebagai preposition. Contoh: My father and I talked about whether we should buy a new car or not.

Film In Love with My partner's wife

Film romantis Hallmark

 

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...