Tuesday, November 28, 2023

How to Use These Insights to Build a Deeply Rooted Happy Life

Travelling toward a specific destination requires understanding what path you should follow. The journey to a deeply happy life is no different. Below I discuss two simple steps that will get you started.

The first step is to become clear about what deeply matters to you. Not what makes you happy in the moment, but what brings you satisfaction or joy over the long run.

These memories will, obviously, be different for each person. For some, they may be camping trips wherein you taught children how to fish or pitch a tent. For others, there may be days in college when you met with fellow students and excitedly discussed new ideas. A church-sponsored mission trip to build homes in a third-world country. A summer spent backpacking through Europe. An art class where your creativity was experienced more fully than ever before.

Whatever the memory, it is likely to reflect an important part of what makes you feel deeply happy (eudaimonic happiness). That’s why it can still evoke these feelings years later.

Then ask if you have other memories of a similar kind. If the answer is "yes," then it’s very likely you’ve found a path toward deeper happiness.

 How You Grow Your Happiness Makes a Difference

Both pleasurable activities and meaningful activities give rise to happiness.

But happiness derived solely from pleasure has shallow roots. The frustrations and setbacks of each day easily diminish the sense of reward.

Happiness derived from living a meaningful life has deeper roots. It is not easily changed by momentary ups and downs. Moreover, research shows that happiness built from being engaged in a purpose-driven life enhances the chances of succeeding in other areas of life as well.

The ancient Greeks referred to this type of happiness as eudaimonia.

It cannot be built through efforts aimed at the acquisition of worldly objects. Instead, its foundation is built on wisely using one’s gifts and abilities to advance the good. This approach to life is one that Socrates talked about extensively in Plato's dialogues.

Finding Your Way to a Happy Life

Happiness is a serious business. Following the right path to happiness is key.

KEY POINTS

  • Although everyone desires happiness, it remains elusive to many.
  • The path one takes to become happy determines how well he or she succeeds.
  • The goal is to achieve a "sticky happiness"—a happiness that has deep roots.


Although everyone wants a happy life, a good many people spend most of their time being unhappy. They're stuck in jobs they dislike, relationships they resent, holding grudges that weigh them down, and swept up on a life course they never expected.

They become unhappier with the passage of each year.

Perhaps you can sympathize. After all, nearly all of us have had times when life was headed in the wrong direction, and happiness was about as easy to find as an honest bio on Bumble.

Tuesday, November 21, 2023

Bagaimanakah cara tepat untuk menggunakan grammar (tata bahasa) dalam esai bahasa Inggris?

Saya rangkumkan dari buku yang sedang saya pelajari untuk menulis academic writing:

By Sarmoko

  • Gunakan kata ganti orang pertama (I, We)
  • Gunakan active voice dibanding passive voice. Bagian ini ditulis apik oleh mbak Veni Johanna di sini: Jawaban Veni Johanna untuk Bagaimana cara menulis kalimat berbahasa Inggris sesuai dengan cara berpikir penutur asli (native speaker)?
  • Gunakan past tense untuk pengamatan atau kesimpulan spesifik
  • Gunakan present tense untuk aturan umum atau pengetahuan yang telah established
  • Tulis kalimat singkat dengan tujuan satu ide saja tiap kalimat
  • Gunakan verb aktif (misal to analyze) bukan “dikubur’ sebagai nomina (analysis). Baca lebih lanjut: Apa saja tips-tips menulis artikel ilmiah berkualitas supaya tembus jurnal yang terindeks Q1 di Scopus?
  • Hindari noun cluster yaitu kumpulan noun yang “diikat” jadi satu, misal porcine tracheal fluid samples. Alternatif, gunakan hypen atau modifikasi frase, misal menjadi fluid samples from the trachea of pigs.
  • Gunakan pronoun yang tepat. Misal “Anaerobic organisms typically live in the intestines. Thus, they are of interest of us”. Di sini tidak jelas, they merujuk ke siapa. Bisa diganti menjadi “Anaerobic organisms typically live in the intestines. Thus, intestines are of interest of us”.
  • Gunakan bentuk paralel yang tepat jika menggunakan “and”, “but, “or”
  • Hindari perbandingan yang salah, misal Kd increased over time compared to Ka, seharusnya: Kd increased over time, but Ka did not.
  • Hindari kesalahan yang umum terjadi: spelling (konsisten mau gaya British atau American), angka (misal pada awal kalimat angka harus di eja dalam huruf), kapitalisasi, tanda baca, S- V agreement, dan unclear modifiers. Untuk kesalahan yang umum ini, saran saya serahkan saja ke Grammarly biar dia yang urus.

Referensi

Angelika Hofmann, Scientific Writing and Communication: Papers, Proposals, and Presentations, Third Edition, hal 44–71

 

6. Review, Edit, dan Revisi Essay (Proofread)

Dalam semua kegiatan writing, langkah proofread tidak boleh kita skip. Kita harus memastikan bahwa essay yang ditulis sudah well created. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu cek saat proofreading:

a. Pastikan tidak ada typo atau kesalahan penulisan dan ejaan

Selain dapat mengurangi nilai essay, hal ini juga dapat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dari essay-mu.

b. Makesure bahwa tidak ada grammar yang salah

Kamu bisa menggunakan aplikasi writing assistance seperti Grammarly, Slick Write and SentenceCheckup untuk membantu memeriksa ejaan dalam struktur bahasa inggris dan mengoreksi kekeliruan dalam menulis.

Untuk memperluas kosa kata dalam esai, kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Thesaurus dan Wiktionary.

c. Baca ulang dari awal sampai akhir untuk melihat apakah penggunaan tanda baca sudah tepat atau belum

Sebelum dibaca oleh orang lain, kamu harus membaca tulisanmu dari awal sampai akhir terlebih dahulu. Bacalah dengan lantang, step ini dapat membantumu untuk mengidentifikasi apakah tanda baca yang digunakan sudah tepat atau belum.

d. Cek kembali untuk memastikan bahwa setiap kalimat sudah koheren, rapi, terstruktur, dan berkesinambungan

Untuk menciptakan karya tulis ilmiah yang baik, maka penulisannya harus rapi, koheren, dan terstruktur.

Contoh, pada baris pertama, kamu sedang membicarakan tentang bahaya dari COVID-19, lalu di baris kedua, yang kamu bahas adalah mengenai kebijakan WFH saat pandemi COVID1-9. Hmm, nggak nyambung, kan?

Terima kasih sudah baca artikel ini sampai akhir! Well, sekarang sudah tahu kan, kalau ternyata essay bahasa Inggris bisa kamu gunakan untuk berbagai tujuan.

Ingat, perbanyak latihan writing essay bahasa Inggris dengan topik yang beragam. Selain meningkatkan proses kreatif, hal ini juga bisa membantumu untuk memperkaya vocabulary.

 

Bagaimana Cara Membuat Essay dalam Bahasa Inggris?

Untuk membuat essay dalam bahasa Inggris, ada 6 langkah yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Tentukan Topik 

Untuk menentukan topik yang kamu tulis, gunakan tiga pendekatan berikut ini:

  • Apa bidang yang paling kamu minati? Apakah politik? Ekonomi? Lingkungan? Coba pilih salah satu terlebih dahulu.
  • Apa permasalahan atau pertanyaan yang kamu miliki (yang berkaitan dengan salah satu bidang). Misal, kamu tertarik dengan bidang ekonomi dan memiliki banyak pertanyaan seputar kondisi makroekonomi pasca pandemi COVID-19.
  • Tanya pada dirimu sendiri, apa pelajaran yang ingin diambil dari essay tersebut nantinya? Lalu, apa objective dari essay tersebut untuk pembaca?

2. Buat Kerangka Pembahasan (Framework)

Jika sudah memiliki bayangan mengenai topik, selanjutnya adalah membuat framework atau kerangka pembahasan. Kamu bisa mulai dengan menyusun kerangka melalui WH question, yaitu who, what, where, why, when, and how.

Contoh, siapa yang bertanggung jawab atas permasalahan ekonomi yang lumpuh pasca COVID-19 di Indonesia? Bagaimana cara untuk memulihkannya?

3. Lakukan Riset dan Temukan Sumber yang Valid

Essay yang baik tentu tak boleh ditulis sembarangan. Kamu harus membaca berbagai referensi yang valid dan up to date untuk menghasilkan argumen yang kuat.

Kamu bisa melakukan riset dari artikel ilmiah, paper, jurnal internasional, dan lain sebagainya.

4. Susun Outline Essay

Outline biasanya lebih rapi dibandingkan dengan framework. Pasalnya, pada bagian outline, kamu harus mengetahui apa saja tulisan yang akan dituangkan ke dalam essay.

Agar lebih mudah, buatlah outline dalam bentuk pertanyaan atau daftar isi yang akan kamu jawab menjadi sebuah tulisan essay.

5. Mulai Tulis Essay dan Integrasikan dengan Sumber 

Untuk mulai menulis essay, gunakanlah skema general to specific alias mengerucut. Begini tipsnya:

  • Yang pertama, ini tentang bagaimana kamu harus menarik perhatian pembaca dengan “hook” yang menarik (seperti fakta atau anekdot yang mungkin baru bagi pembaca).
  • Penting untuk berikan pernyataan atau overview tentang isi essay yang kuat dan dapat diperdebatkan.
  • Susun argumen untuk mendukung pernyataan tesis di seluruh essay.

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...