Tuesday, May 13, 2025

Olahraga di Pagi vs Malam Hari, Mana yang Lebih Efektif?

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, sebenarnya lebih baik olahraga pagi atau malam? Saat semangat datang di pagi hari, rasanya ingin langsung bergerak. Tapi di sisi lain, waktu malam setelah semua aktivitas selesai juga terasa nyaman untuk berolahraga. Jadi, mana yang lebih efektif dan apa pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh kita?

1. Jika Dilihat dari Efektivitas Pembakaran Lemak

Jika kamu ingin membakar lemak lebih efektif, olahraga pagi mungkin lebih cocok. Penelitian dari British Journal of Nutrition (2013) menunjukkan bahwa olahraga pagi dalam keadaan perut kosong dapat meningkatkan pembakaran lemak hingga 20% lebih banyak dibandingkan olahraga setelah makan. Tubuhmu akan menggunakan cadangan lemak sebagai energi karena belum mendapat asupan kalori dari makanan.

2. Jika Dilihat dari Performa Fisik dan Kekuatan Otot

Jika tujuanmu adalah membangun kekuatan dan daya tahan, olahraga malam memberikan keunggulan. Menurut Journal of Strength and Conditioning Research (2010), performa fisik manusia cenderung meningkat pada sore hingga malam hari, saat suhu tubuh lebih tinggi dan otot-otot lebih fleksibel. Jadi, kamu bisa berlatih lebih keras dengan risiko cedera yang lebih rendah.

3. Pengaruh Olahraga terhadap Kualitas Tidur

Kamu mungkin khawatir olahraga malam bikin susah tidur. Nyatanya, riset dari Sleep Medicine Reviews (2020) menemukan bahwa olahraga malam tidak mengganggu tidur, asalkan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur (minimal 90 menit sebelumnya). Bahkan, aktivitas fisik malam bisa bantu kamu tidur lebih cepat dan nyenyak, apalagi jika jenis olahraganya ringan seperti yoga atau jalan cepat.

4. Manfaat Olahraga dari Sisi Psikologis

Olahraga pagi dikenal mampu meningkatkan mood dan fokus sepanjang hari. Ini karena tubuh melepaskan hormon endorfin setelah aktivitas fisik. Studi dari Frontiers in Psychology (2019) menunjukkan bahwa olahraga pagi bisa membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kesehatan mental. Kalau kamu sering merasa cemas atau mudah stres, olahraga pagi bisa jadi cara alami untuk mengelola emosi.

5. Konsistensi Lebih Penting dari Waktu

Terlepas dari pagi atau malam, yang paling penting adalah konsistensi. Tubuhmu akan merespons latihan secara positif jika kamu melakukannya secara rutin, bukan hanya saat sempat atau sedang semangat. Studi dari Current Biology (2019) menyimpulkan bahwa adaptasi olahraga akan bekerja maksimal jika dilakukan secara konsisten pada waktu yang sama setiap hari. Jadi pilihlah waktu yang paling cocok dengan ritme hidupmu.

5 Cara Isi Akhir Pekan Supaya Pikiranmu Ikut Pulih

Akhir pekan sering kali datang dan pergi begitu saja. Kadang kamu merasa sudah “libur”, tapi kenapa tetap lelah dan tak merasa fresh saat Senin tiba? Nah, bisa jadi karena waktu istirahatmu selama akhir pekan tidak benar-benar kamu gunakan untuk memulihkan diri, baik secara fisik maupun mental.

Memulihkan pikiran bukan berarti harus rebahan seharian atau traveling jauh-jauh. Kadang hal-hal sederhana justru bisa membantumu merasa lebih utuh, tenang, dan siap menghadapi minggu baru. Kalau kamu sering merasa akhir pekanmu “hilang begitu saja”, coba isi waktumu dengan lima cara berikut ini.

1. Detoks Digital, Walau Cuma Beberapa Jam

Matikan notifikasi, tinggalkan media sosial sebentar saja. Memberi jarak antara dirimu dan dunia digital bisa mengurangi overstimulasi yang membuat pikiran terasa lelah. Menurut jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking (2018), detoks digital selama akhir pekan terbukti meningkatkan fokus dan kualitas tidur. Tak harus meninggalkannya secara total, cukup batasi waktu layar, dan rasakan perbedaannya.

2. Bergerak, Meski Bukan Olahraga Berat

Tubuh yang bergerak akan membantu pikiranmu ikut lepas dari ketegangan. Kamu bisa jalan pagi di sekitar rumah, bersepeda santai, atau menari di kamar sambil putar lagu favorit. Studi dari Frontiers in Psychology (2020) menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan mampu menurunkan kadar hormon stres. Tak perlu push diri kamu dengan workout berat, cukup bergerak dengan bahagia.

3. Lakukan Hal yang Kamu Suka (Bukan yang Kamu Harus)

Akhir pekan bukan waktu untuk “mengejar tugas yang tertunda terus-menerus”. Sisihkan setidaknya satu jam untuk melakukan sesuatu yang bikin kamu senang, seperti melukis, merawat tanaman, atau masak resep baru. Melibatkan diri dalam hobi terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis (The Journal of Positive Psychology, 2016). Ingat, kamu berhak menikmati waktu tanpa tekanan.

4. Berbicara dengan Orang-orang Terdekat

Hubungan yang hangat bisa jadi pengisi ulang terbaik untuk mentalmu. Coba ajak orang-orang terdekatmu ngobrol santai, bukan curhat berat tapi menceritakan hal-hal kecil yang bikin hati hangat. Sebuah studi dari American Journal of Lifestyle Medicine (2015) menyebutkan bahwa koneksi sosial berkualitas tinggi bisa mengurangi risiko depresi. Jadi, jangan remehkan kekuatan obrolan sederhana.

Menulis jurnal atau catatan harian bisa bantu kamu menyadari perasaan yang tertimbun selama seminggu. Menurut Journal of Research in Personality (2005), menulis ekspresif secara rutin bisa menurunkan kecemasan dan memperkuat kemampuan refleksi diri. Kamu tidak perlu menulis panjang, cukup jujur pada diri sendiri. Tanyakan pada dirimu, tentang apa yang kamu rasakan hari ini atau minggu ini.

Akhir pekan bisa jadi momen pemulihan jika kamu mengisinya dengan sadar, bukan sekedar melewatkannya. Pilih satu atau dua cara yang paling cocok untukmu, dan biarkan dirimu benar-benar beristirahat. Karena kamu layak merasa pulih.


15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...