Wednesday, October 8, 2025

Mencari Pasangan dengan AI di tahun 2025, Memangnya Bisa?

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini telah merambah hampir semua aspek hidup kita—mulai dari playlist musik, skincare routine, hingga... urusan cinta. Tapi pertanyaannya: apakah algoritma benar-benar bisa menggantikan chemistry?

Kita semua pernah merasakan betapa rumitnya dunia kencan modern. Mulai dari bad date, seseorang yang “tidak mencari sesuatu yang serius”, hingga momen ghosting untuk ketiga kalinya. Ya, mencari cinta di era digital memang tidak mudah. Dan ketika kamu berpikir aplikasi kencan tidak bisa lagi membuatmu terkejut, tiba-tiba “aturan mainnya” berubah lagi.

Jadi, mengapa tidak sekalian “mengalahkan” algoritma dengan caranya sendiri? Sekarang, banyak orang mulai memanfaatkan AI untuk mencari pasangan—bukan hanya berdasarkan penampilan atau bio yang lucu, tetapi dengan menganalisis kepribadian, kebiasaan, hingga preferensi unikmu untuk mencarikan seseorang yang truly gets you. Dari guilty pleasure sampai kebiasaan scrolling tengah malam, AI sebenarnya sudah memiliki gambaran cukup lengkap tentang siapa kamu.

Dari Playlist ke Pasangan Hidup

Kalau dipikir-pikir, kita sudah terbiasa mempercayakan banyak hal pada algoritma: dari apa yang kita tonton, lagu yang kita dengarkan, hingga outfit yang masuk ke shopping cart. Jadi, mengapa tidak untuk urusan cinta juga?

Side Hustle Era: Mengapa Gen Z Ingin Memilikinya?

Di era yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, generasi muda, khususnya Gen Z, semakin menunjukkan kecenderungan untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja. Munculnya fenomena side hustle menjadi bukti bahwa mereka memiliki cara pandang baru terhadap karier, stabilitas finansial, dan self-growth. Bagi Gen Z, side hustle bukan sekadar kerja tambahan, tapi juga wadah untuk mengekspresikan kreativitas, mengejar passion, dan membangun identitas profesional sejak dini. Lantas, apa yang sebenarnya mendorong Gen Z untuk begitu antusias menekuni berbagai side hustle di tengah rutinitas mereka?

Apa itu Side Hustle?

Side hustle adalah pekerjaan sampingan yang dilakukan di luar pekerjaan utama atau kegiatan utama seseorang (misalnya kuliah atau kerja full-time). Berbeda dengan kerja penuh waktu yang terikat jam dan kontrak, side hustle lebih fleksibel dan seringkali dijalani sesuai passion atau minat pribadi.

Contohnya bisa berupa jualan online, menjadi content creator, freelance desain atau menulis, buka usaha kecil-kecilan, hingga monetisasi hobi seperti melukis atau memasak.

Mengapa Gen Z Tertarik Memiliki Side Hustle?

1. Menambah Penghasilan di Tengah Biaya Hidup yang Meningkat

Banyak Gen Z yang merasa gaji atau uang bulanan saja tidak cukup memenuhi kebutuhan. Side hustle jadi cara cerdas untuk punya tambahan pemasukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau kuliah.

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...