Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini telah merambah hampir semua aspek hidup kita—mulai dari playlist musik, skincare routine, hingga... urusan cinta. Tapi pertanyaannya: apakah algoritma benar-benar bisa menggantikan chemistry?
Kita semua pernah merasakan betapa rumitnya dunia kencan modern. Mulai dari bad date, seseorang yang “tidak mencari sesuatu yang serius”, hingga momen ghosting untuk ketiga kalinya. Ya, mencari cinta di era digital memang tidak mudah. Dan ketika kamu berpikir aplikasi kencan tidak bisa lagi membuatmu terkejut, tiba-tiba “aturan mainnya” berubah lagi.
Jadi, mengapa tidak sekalian “mengalahkan” algoritma dengan caranya sendiri? Sekarang, banyak orang mulai memanfaatkan AI untuk mencari pasangan—bukan hanya berdasarkan penampilan atau bio yang lucu, tetapi dengan menganalisis kepribadian, kebiasaan, hingga preferensi unikmu untuk mencarikan seseorang yang truly gets you. Dari guilty pleasure sampai kebiasaan scrolling tengah malam, AI sebenarnya sudah memiliki gambaran cukup lengkap tentang siapa kamu.
Dari Playlist ke Pasangan Hidup
Kalau dipikir-pikir, kita sudah terbiasa mempercayakan banyak hal pada algoritma: dari apa yang kita tonton, lagu yang kita dengarkan, hingga outfit yang masuk ke shopping cart. Jadi, mengapa tidak untuk urusan cinta juga?