Wednesday, October 10, 2018

Resensi Film Keith 2008

image
Film ini mengisahkan tentang Keith, sosok yang cuek, asal-asalan, spontan, namun di balik itu menyimpan banyak rahasia dimana tak banyak orang yang tau (karena memang tidak punya banyak teman).. Saat kelas kimia akhir, Keith dipasangkan dengan Natalie untuk kegiatan praktikum di lab.. Kebalikan dari Keith, Natalie adalah orang yang perfeksionis, pintar, berorientasi pada hasil, dan ambisius..
Perbedaan di antara keduanya menimbulkan friksi, yang secara tidak langsung membuat mereka saling mengenal satu sama lain.. Pada suatu titik, Keith mendadak menghilang begitu saja.. Saat itulah Natalie menyadari ada bagian dari dirinya yang ikut hilang.. Natalie kemudian berusaha menemukan Keith, dari situ dia baru sadar bahwa Keith adalah sosok misterius.. Dia berusaha mencari tau siapa sebenarnya Keith dan rahasia apa yang disimpannya..
Awalnya film ini dibuat menyebalkan tapi bikin penasaran, Siapa sih Keith ini? Maunya apa sih ini orang?merasakan berada di posisi Natalie yang sama sekali tidak tau, tapi melalui setiap perbincangannya dengan Keith dia seperti ditantang untuk mencari tau.. Di satu titik Keith menjadi sangat menyebalkan, ini puncaknya.. Selepas itu satu per satu fakta diungkap.. Dan ending-nya, somehow bikin nangis.. Yak! Film ini tidak menceritakan secara eksplisit betapa menderitanya si tokoh utama.. Namun, pada akhirnya berubah 360° kita dibuat masuk pada karakter Keith, merasakan dan memandang sesuatu dari sudut pandangnya.. Dan itu cukup menyentak (+bikin nangis)..
Keith ini adalah film drama romantis, tipe seperti ini sebenarnya banyak antara lain pernah saya bahas di sini, yaitu A Moment to Remember dan A Walk to Remember.. Namun yang saya suka dari film Keith ini, seperti yang saya tulis sebelumnya, tidak menekankan pada betapa menderitanya si tokoh utama atau betapa dalam cinta seseorang, namun lebih jauh lagi ada pelajaran yang bisa diambil mengenai pandangan hidup..
Betapa waktu dapat mempengaruhi cara pandang kita terhadap hidup.. Saat kita mati-matian mengejar cita-cita setinggi langit, mengorbankan banyak waktu untuk menjadi sosok yang sempurna, menjadi tertekan jika ada target yang tidak tercapai, sesungguhnya banyak orang yang tidak seberuntung kita bahkan untuk mewujudkan harapan yang sederhana saja..

No comments:

Post a Comment

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...