Wednesday, October 24, 2018

Ulasan Kematian Jurnalis Arab Jamal Khasoggi

Mohammed bin Salman

Jamal Khasoggi dibungkam secara sadis. Konon, ia dihabisi karena terlalu kritis. Namun, yang tak disadari para algojonya, sang jurnalis yang tewas mungkin lebih 'berbahaya' daripada saat masih hidup.
Kematiannya yang tragis dianggap menghadirkan ancaman nyata pada dua hal yang selalu ia kritisi: Kerajaan Arab Saudi dan khususnya putra mahkota, Mohammed bin Salman (MBS).
Siang itu, Selasa 2 Oktober 2018, menjadi pertemuan terakhir Hatice Chengiz dan Jamal Khashoggi. Keduanya berpisah di depan pagar pembatas. Perempuan Turki itu menanti di luar saat tunangannya memasuki kompleks konsulat Arab Saudi di Istanbul. Untuk mengurus dokumen pernikahan mereka.
Pria 59 tahun tersebut melangkah gagah. Jas hitam yang ia kenakan tak dikancing. Setelah menganggukkan kepala pada penerima tamu, Khashoggi masuk ke gedung konsulat pada pukul 13.14 waktu setempat. Rekaman CCTV yang beredar kali terakhir merekam penampakannya sedang berdiri di depan loket. 
Setelah itu, Khashoggi tak pernah keluar. Ia raib tanpa jejak. Saat pria yang ia cintai tak kunjung muncul, Chengiz segera menghubungi aparat.
"Mereka merampas ragamu dari duniaku. Namun, tawa indahmu abadi dalam jiwaku. Kekasihku #jkhashoggi," tulis Hatice Chengiz Sabtu malam, 20 Oktober 2018, tak lama setelah Arab Saudi mengakui, Khashoggi tewas di dalam gedung konsulat.
Perempuan itu menyertakan salah satu video Khashoggi, kala jurnalis sekaligus analis itu tertawa ketika seekor kucing melompat ke pangkuannya, menginterupsi wawancara yang tengah dilakukan.
Hatice Chengiz kini berada dalam pengawalan aparat Turki. Upaya perlindungan 24 jam/hari disahkan Gubernur Istanbul pada Minggu 21 Oktober 2018.  
Tak diketahui apa persisnya yang terjadi dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul saat kejadian. Namun, sejumlah temuan yang didapatkan aparat Turki mengarah pada dugaan, Jamal Khashoggi dihabisi secara tragis. 
Kemunculan tangan kanannya di pusaran pembunuhan membuat Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dikaitkan dengan kematian bekas orang dekat istana itu.
Konon, pangeran berusia 33 tahun itu bahkan sempat menelepon Khashoggi sebelum ia dihabisi. Oleh pelaku yang diduga 15 agen yang dikirim dari Riyadh. 
"Khashoggi ditahan oleh tim Saudi di dalam gedung konsulat. Kemudian, Pangeran Mohammed bin Salman menghubunginya lewat telepon, berusaha meyakinkan dia untuk kembali ke Riyadh," demikian laporan yang dimuat media pro-Pemerintah Turki Yeni Safak, seperti dikutip dari situsNews.com.au, Senin (22/10/2018).
Namun, media Turki itu menambahkan, Khashoggi menolak tawaran sang putra mahkota. Ia khawatir akan ditahan atau bahkan dihabisi jika kembali ke Arab Saudi. "Para algojo kemudian membunuh Khashoggi, segera setelah pembicaraan berakhir." Belum ada keterangan pihak Riyadh maupun aparat yang mengonfirmasi hal tersebut. 
Pembunuhan Khashoggi dilaporkan berlangsung tragis. Mengutip sejumlah sumber aparat Turki, Al Jazeera melaporkan ia dihabisi setelah beberapa menit memasuki gedung konsulat. Pejabat forensik di Departemen Keamanan Umum Arab Saudi, Salah al-Tubaigy konon menjadi pemutilasi. Dengan menggunakan gergaji pemotong tulang (bone saw).
Al-Tubaigy adalah salah satu dari 15 agen yang dikirim ke Istanbul. Ia dilaporkan melakukan tindakan brutal di depan konsul jenderal Mohammed al-Otaibi.
"Operasi itu berlangsung tujuh menit. Tubaigy meminta rekan-rekannya untuk mendengarkan musik sementara dia memutilasi korban," kata sumber. 
Diduga, Khashoggi tidak diinterogasi sebelum dibunuh. Sumber menambahkan bahwa pemerintah Turki memiliki rekaman yang menjadi bukti bahwa Khashoggi dibius dan dipukuli sebelum dihabisi di sebuah meja rapat. 
Instruksi pembunuhan Khashoggi disebut-sebut disampaikan via Skype. Seorang pejabat konon meminta kepalanya.
Aparat Turki kini sedang mencari keberadaan jasad Khashoggi, berdasarkan pelacakan terhadap dua kendaraan milik konsulat Arab Saudi yang menuju dua lokasi terpisah.
Mobil pertama mengarah ke Hutan Belgrad di pinggiran Istanbul. Sementara, lainnya menuju Yalova, kota yang bisa ditempuh satu jam berkendara dari lokasi konsulat. 
Pihak Turki bersumpah akan menguak secara rinci kasus pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. "Mengapa 15 orang ini datang ke sini? Mengapa 18 orang ditangkap? Semua perlu dijelaskan secara rinci," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan di depan parlemen.
Rincian pembunuhan Jamal Khashoggi akan dirilis Selasa ini. 
Penyangkalan Arab Saudi
Ungkapan duka cita disampaikan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk keluarga dan kerabat Jamal Khashoggi.
Seperti dikutip dari Arab News, Senin (22/10/2018), Putra Mahkota Mohammed bin Salman bahkan menelepon langsung putra almarhum, Salah Jamal Khashoggi.
Pihak Riyadh bersikukuh, sang putra mahkota tak terkait dengan kematian Khashoggi. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan bahwa pembunuhan jurnalis tersebut adalah sebuah "kesalahan besar" dan bagian dari operasi yang sangat tidak bertanggung jawab.
"Orang-orang yang melakukan ini melakukannya di luar lingkup otoritas mereka," katanya kepada jurnalis Fox News, Bret Baier pada hari Minggu 21 Oktober 2018, seperti dikutip dari CNN, Senin (22/10/2018).
"Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, dan apa yang menambah kesalahan itu adalah upaya untuk mencoba menutup-nutupinya. Itu tidak bisa diterima di pemerintahan mana pun."
Pernyataan Menlu Arab Saudi tak bersesuaian dengan klaim sebelumnya. Pada Sabtu 20 Oktober 2018, pihak Riyadh menyebut, Khashoggi tewas di tengah perkelahian dengan  sejumlah orang di gedung konsulat. 
Berdasarkan penyelidikan awal, 18 warga Arab Saudi ditahan untuk diperiksa terkait kasus kematian Khashoggi.
Kerajaan juga memecat deputi kepala intelijen Ahmad al-Assiri dan Saud al-Qahtani, pembantu senior Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Raja Salman juga dilaporkan memerintahkan pembentukan komite kementerian, yang dipimpin oleh putra mahkota, untuk merestrukturisasi dinas intelijen.
Sebelumnya, Arab Saudi sempat membantah laporan aparat Turki yang menyebut Khashoggi hilang di konsulat. 
"Sepemahaman saya, ia masuk dan kemudian keluar setelah beberapa menit atau sejam. Saya tak yakin soal itu. Kami sedang menyelidiki kasus ini lewat kementerian luar negeri untuk mengetahui apa yang terjadi pada saat itu," kata Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman kepada Bloomberg pada Rabu 3 Oktober 2018.
Saat dikonfirmasi apakah Jamal Khashoggi tak ada di dalam gedung konsulat, sang putra mahkota menjawab, "Ya, dia tidak ada di sana."

No comments:

Post a Comment

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...