Ternyata, ada lo tenses untuk menyatakan suatu aksi yang telah dimulai di masa lalu, tetapi efeknya masih dirasakan sampai saat ini. Iya, namanya present perfect tense. Yuk, pahami pengertian hingga contoh kalimatnya!
Pengertian/Definisi Present Perfect Tense
Present perfect tense adalah suatu pola kalimat dengan perubahan bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan/mengungkapkan suatu aksi/peristiwa masa lalu yang masih berlanjut sampai sekarang.
Jadi, peristiwanya baru saja terjadi, tapi hasil atau akibat dari peristiwa tersebut masih bisa terlihat dan masih bisa dirasakan pada saat pembicaraan terjadi.
Selain itu, tenses ini biasanya digunakan untuk menunjukkan peristiwa atau membahas tentang pengalaman/perubahan yang berkaitan dengan suatu tempat.
Rumus Present Perfect Tense dan Pola Kalimatnya
Kamu masih ingat nggak dengan pembahasan mengenai simple present tense yang memiliki dua jenis kalimat? Yap! Dalam present tense, terdapat jenis kalimat verbal dan kalimat nominal. Ternyata, kedua jenis kalimat tersebut ada di present perfect tense juga, guys. Maka dari itu, rumus dari present perfect tense terbagi menjadi dua.
Nominal Sentences (kalimat nominal) Present Perfect Tense
Kalimat nominal adalah kalimat yang tidak mengandung kata kerja seperti kata sifat, kata benda, dan kata keterangan. Yuk, lihat rumusnya di bawah ini!
Contoh kalimat:
(+) You have been a creative writer since 2018. (Kamu telah menjadi seorang penulis kreatif sejak tahun 2018.)
(-) We have not been hungry. (Kita belum merasa lapar.)
(?) Has she been very busy this week? (Apakah dia sangat sibuk pekan ini?)
Verbal Sentences (kalimat verbal) Present Perfect Tense
Pada kalimat verbal, setelah subjek akan diikuti oleh kata kerja (V) alias verb. Nah, tenses ini menggunakan kata kerja ketiga a.k.a verb 3, guys. Lihat rumus berikut ini:
Contoh kalimat:
- Bentuk kalimat positif:
I have eaten three a day. (Saya sudah makan tiga kali sehari.) - Bentuk kalimat negatif:
They have not paid their orders. (Mereka belum membayar pesanan-pesanan mereka.) - Bentuk Kalimat Interogatif:
Have they surprised Cintia? (Apakah mereka sudah memberi kejutan pada Cintia?)
Important notes! Perhatikan catatan penting dalam kedua rumus di atas:
- Have/has termasuk ke dalam auxiliary verb.
- Auxiliary “have” digunakan untuk subjek I, you, dan plural subject lainnya, seperti; plural pronoun (they, we), plural noun (boys, men), dan compound subject dengan kata hubung “and” (you and I, Masha and David).
- Sebaliknya, auxiliary “has” berlaku pada singular subject, yaitu kata ganti orang ketiga atau biasa dikenal juga sebagai third-person singular pronoun (he, she, it), dan singular noun seperti penyebutan nama orang (Grace, Cerci, etc).
- Pada bagian kalimat interrogative, lawan bicara cukup menjawab dengan “Yes, (I/you/we/they) have” atau “Yes, (he, she, It) has” untuk jawaban “Iya”.
Sementara itu, apabila jawabannya “Tidak”, maka bisa tambahkan not, seperti “No, (I/you/we/they) haven’t” atau “No, (he, she, It) hasn’t”.
Contraction dalam Present Perfect Tense
Sebelumnya, kita pernah membahas bahwa subject + auxiliary verb dapat disingkat atau dibuat menjadi contraction pada pembahasan simple future tense. Nah, pada tenses ini pun terdapat aturan yang sama. Berikut list detail yang bisa kamu lihat:
Bentuk positif present perfect tense
- I have: I’ve
- You have: You’ve
- We have: We’ve
- They have: They’ve
- She has: She’s
- He has: He’s
- It has: It’s
Bentuk negatif present perfect tense
- I have not: I haven’t
- You have not: You haven’t
- We have not: We haven’t
- They have not: They haven’t
- She has not: She hasn’t
- He has not: He hasn’t
- It has not: It hasn’t
See? Kalau ada pertanyaan menggunakan Yes/No Question, maka kamu dapat menggunakan contraction di atas, seperti pada pada contoh kalimat tanya nominal sentences dan verbal sentences yang sudah kita bahas sebelumnya.
No comments:
Post a Comment