Wednesday, August 30, 2023

5 Sikap Autentik yang Membuatmu Dikagumi Banyak Orang

Membangun koneksi atau hubungan sosial yang autentik dan mendapatkan kepedulian dari orang-orang di sekitar kita bisa terasa sangat sulit. Terlebih kita hidup di dunia yang membuat kita lebih sering terhubung secara digital, maka kadang saat menciptakan interaksi dan koneksi yang lebih dekat dan dalam dengan orang-orang di sekitar kita bisa terasa lebih sulit.

Meskipun tidak mudah untuk mendapatkan rasa kagum dari orang lain, tetapi ada beberapa hal yang bisa kita upayakan untuk mewujudkannya. Pandangan Brené Brown, seorang peneliti, penulis, dan pembicara yang sangat dihormati dalam bidang kerentanan, ketahanan, empati, dan koneksi manusia, menunjukkan ada sejumlah cara yang bisa dicoba untuk mendapatkan perhatian orang lain. Cara-cara ini juga bisa diadopsi untuk mendapatkan rasa penghargaan dan kekaguman dari lebih banyak orang.

1. Menghadirkan ketulusan dan keterbukaan

Brené Brown menegaskan bahwa untuk mendapatkan kepercayaan dan kepedulian orang lain, penting untuk menjadi tulus dan terbuka. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa orang-orang yang dapat berbicara dengan jujur tentang perasaan mereka cenderung lebih diterima oleh orang lain.

Dengan berbagi pengalaman, keraguan, dan perasaan secara terbuka, kamu bisa menciptakan ruang untuk keakraban yang lebih dalam. Seperti yang dia katakan, "Ketulusan itu mengekang rasa takut, dan keterbukaan itu adalah pintu menuju koneksi yang sejati."

2. Terbuka menerima kerentanan

Menurut Brown, menerima kerentanan, baik dari diri sendiri maupun orang lain, adalah langkah penting dalam membangun koneksi yang bermakna. Ini melibatkan kesediaan untuk menunjukkan sisi yang lebih lemah atau tidak sempurna dari diri kita. Saat kamu mampu menerima kerentanan, kamu menunjukkan keberanian dan kejujuran, yang dapat menarik perhatian dan empati orang lain. Dalam kata-katanya, "Kerentanan bukanlah kelemahan, itu adalah tanda kekuatan."

Menurut Brown, kerentanan melibatkan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian, risiko, dan perasaan tidak nyaman tanpa perlu menyembunyikan atau menutupi diri. Dalam buku yang ia tulis, Daring Greatly: How the Courage to Be Vulnerable Transforms the Way We Live, Love, Parent, and Lead, Brown menjelaskan bagaimana kerentanan adalah dasar dari koneksi yang bermakna dan kehidupan yang autentik. Dia menekankan bahwa untuk membangun hubungan yang kuat dan mendalam dengan orang lain, kita perlu berani menunjukkan sisi-sisi kita yang kurang sempurna, mengungkapkan perasaan kita, dan membuka diri terhadap kemungkinan penolakan.

Sunday, August 27, 2023

5 Zodiak Paling Rendah Hati dan Membumi, Bijaksana dari Hati

Tidak ada manusia yang lebih baik selain yang mampu memiliki sifat rendah hati dan membumi. Kebijaksanaan itu perlu tumbuh dengan sendirinya dari hati. Tapi terkadang rendah hatinya seseorang dipengaruhi oleh sifat atau kepribadian alami orang tersebut. Jika coba dilihat dari astrologi, ini sekian zodiak yang paling rendah hati dan membumi.

1.Taurus adalah orang yang tidak neko-neko. Katakanlah ia memang menyukai barang-barang yang mahal dan mewah, tapi ia tidak selalu ingin memaksakan diri menjalani gaya hidup berlebihan jika memang tak mampu. Ia bekerja keras sehingga bisa menikmati hal itu dengan hasi jerih payahnya sendiri. Bahkan jika ia punya uang dan bisa membeli barang-barang bagus, ia akan lebih sayang dengan uangnya dan menghemat pengeluaran jika memang tidak sebutuh itu. Taurus lebih suka hidup stabil dan aman. Ia tidak bereaksi gegabah dan selalu berpikir sebelum berbicara atau bertindak. Itulah alasan ia rendah hati dan membumi.

2. Libra menjalani hidup dengan menerapkan konsep keseimbangan. Ia tidak ingin menjalani hidup berlebih-lebihan maupun terlihat kekurangan. Ia juga bukan tipe orang yang suka pamer maupun terlihat terlalu membanggakan diri sendiri. Ia mengutamakan hidup yang stabil dan sederhana, tidak ada sisi hidupnya yang timpang. Ini selalu dapat melihat kedua sisi dari suatu situasi dan dapat tetap tenang menghadapi kesulitan. Libra juga bukan orang yang suka merendahkan orang lain, ia tipe orang yang netral, berada di tengah dan tak memihak siapa pun. Itulah mengapa ia dianggap membumi dan rendah hati.

3 Zodiak Diam-diam Menghanyutkan Kecerdasannya, Libra Tokcer Banget!

 Inilah deretan zodiak diam-diam menghanyutkan kecerdasannya, Libra sosok yang tokcer banget otaknya.

Setiap orang di dunia ini pasti dibekali kecerdasannya masing-masing.

Sehingga tidak ada manusia yang disebut bodoh, semua tergantung kepada diri kita masing-masing dalam menyikapi kecerdasan yang dianugerahi oleh Tuhan.

Berdasarkan astrologi terdapat beberapa zodiak yang memiliki otak pintar dan bertekad kuat dalam menggapai hal-hal yang diinginkannya.

Tak heran kalau mereka kerap menghabiskan banyak waktunya untuk belajar dari sisi akademis maupun non akademis.

Penasaran zodiak apa saja? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Libra

Zodiak pertama yang kecerdasannya ternyata diam-diam menghanyutkan adalah Libra.

Zodiak ini memiliki ambisi yang kuat dalam hidup serta tak suka jika disaingi.

Libra akan semakin giat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Mereka sangat haus akan pengakuan dari orang sekitar sehingga rajin belajar dalam setiap waktu.

2. Capricorn

Capricorn merupakan sosok yang kepintarannya tak perlu diragukan lagi.

Penyebab zodiak ini terkenal pintar adalah karena mereka selalu berpikir secara metodologis dan struktural.

Tak heran banyak orang yang kagum pada mereka zodiak ini selalu mengambil keputusan dengan tepat dan juga cepat.

3. Gemini

Zodiak terakhir yang diam-diam menghanyutkan karena kecerdasannya adalah Gemini.

Mereka bisa dengan mudah mengingat segala hal termasuk pelajaran yang ada di sekolah.

Beberapa ilmu yang mereka dapatkan kerap diterapkan dalam kehidupan nyata hanya saja.

Gemini memiliki kekurangan yakni pintar tapi malas untuk melakukan banyak hal.


Sunday, August 6, 2023

EMPAT KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN

Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh SEMANGAT; apakah dari luar diri (extrovert/E), atau dari dalam diri (introvert/I).

Bagaimana seseorang mendapatkan INFORMASI; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuitive/N).

Bagaimana seseorang membuat KEPUTUSAN; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F).

Bagaimana seseorang MERENCANAKAN KEGIATANNYA; apakah dengan menilai situasi (judging/J) atau dengan memahami situasi (perceiving/P).

 1. Extrovert dan Introvert

Tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menuntut interaksi, semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.

Sebaliknya Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self.

Karakteristik

Introvert:

  1. Suka menyendiri
  2. Menyukai pergaulan satu lawan satu
  3. Berpikir, baru bicara atau bertindak
  4. Melestarikan energi
  5. Fokus pada dunia dalam
  6. Tenang
  7. Fokus pada satu hal dalam satu waktu
  8. Diam
  9. Berpikir pada diri sendiri
  10. Menyukai refleksi

Ekstrovert :

  1. Suka bergaul
  2. Menyukai interaksi dalam kelompok
  3. Bicara atau bertindak, baru berfikir
  4. Mengeluarkan energi
  5. Fokus pada dunia luar
  6. Banyak bicara
  7. Menginginkan variasi dan aksi
  8. Ramah
  9. Berpikir tanpa beban
  10. Menyukai diskusi

Mengenal 4 Kecenderungan Kepribadian Orang Lain

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”

Sementara itu, Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup :

  • Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
  • Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
  • Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
  • Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa
  • Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
  • Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :

Kepribadian yang sehat

  • Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
  • Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
  • Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
  • Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
  • Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
  • Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
  • Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
  • Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
  • Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
  • Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
  • Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).

Suka Duka Unik Orang Introvert yang Berteman Sama Ekstrovert

Terkadang, ketidakcocokan justru membawa keunikan tersendiri. Dan diakui atau enggak, kalau introvert berteman dengan ekstrovert, mereka bakal jadi teman paling seru yang pernah ada. Walau karakternya berbeda jauh, di situlah mereka saling melengkapi dan mengisi.

Saat introvert dan ekstrovert berteman, mereka seperti simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Introvert yang gak pandai mencari teman bisa nyaman dengan ekstrovert yang pandai bergaul. Demikian juga ekstrovert yang mendapat pendengar yang baik jika berteman dengan introvert. Ini 7 hal yang bisa terjadi kalau kamu yang introvert, berteman sama ekstrovert.

1. Kamu bakalan capek banget karena kamu akan mengikuti tingkah ekstrovert yang gak ada habisnya.

Karena kamu terbiasa tenang dan kalem. Kamu bakal ngos-ngosan saat kamu berteman dengan ekstrovert. Kamu bakal merasa pegal di minggu-minggu pertama karena temanmu seperti tidak kehabisan tenaga mengajakmu pergi. Walau capek, tapi kamu senang, kan?
2. Kamu nyaman walau tidak melakukan apapun dengan temanmu yang ekstrovert
Kamu akan nyaman walau kalian hanya diam dan tidak membahas tentang apapun. Karena kamu tahu temanmu ini memang yang cenderung mendominasi keadaan, jadi kamu akan memilih untuk menikmati saat bersamanya tanpa merasa terganggu sedikitpun.

3. Kamu bakal sering berdebat soal kemana kalian pergi. Kamu minta di rumah saja, sedangkan temanmu minta pergi keluar.

Kamu suka di rumah, sedangkan temanmu lebih suka pergi dan menghabiskan waktu di luar. Kalian akan sering berdebat tentang ini. Tapi, kamu dan dia malah membuat jadwal untuk membuatnya adil. Kamu menikmatinya saja dan berusaha membuatnya senang dengan ikut pergi dengannya.

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...