Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh SEMANGAT; apakah dari luar diri (extrovert/E), atau dari dalam diri (introvert/I).
Bagaimana seseorang mendapatkan INFORMASI; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuitive/N).
Bagaimana seseorang membuat KEPUTUSAN; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F).
Bagaimana seseorang MERENCANAKAN KEGIATANNYA; apakah dengan menilai situasi (judging/J) atau dengan memahami situasi (perceiving/P).
1. Extrovert dan Introvert
Tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menuntut interaksi, semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.
Sebaliknya Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self.
Karakteristik
Introvert:
- Suka menyendiri
- Menyukai pergaulan satu lawan satu
- Berpikir, baru bicara atau bertindak
- Melestarikan energi
- Fokus pada dunia dalam
- Tenang
- Fokus pada satu hal dalam satu waktu
- Diam
- Berpikir pada diri sendiri
- Menyukai refleksi
Ekstrovert :
- Suka bergaul
- Menyukai interaksi dalam kelompok
- Bicara atau bertindak, baru berfikir
- Mengeluarkan energi
- Fokus pada dunia luar
- Banyak bicara
- Menginginkan variasi dan aksi
- Ramah
- Berpikir tanpa beban
- Menyukai diskusi
2. Intuitive (N) vs Sensing (S)
Tipe ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.Intutive adalah abstract thinkers. Sementara sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers.
Intuitive :
- Lembut hati
- Simpati pada problem orang lain
- Subyektif, nyaman dengan nilai
- Bijaksana
- Menghargai pertemanan
- Memutuskan dengan hati
- Menghargai harmony
- Terlihat emosional
- Pandai menghargai orang lain
- Memasukan segala sesuatu ke dalam hati
Sensing :
- Cenderung pada kepastian
- Menganalisis problem
- Obyektif, nyaman dengan hal logis
- Langsung
- Menghargai kompetensi
- Memutuskan dengan kepala
- Menghargai keadilan
- Terlihat tidak sensitif
- Baik dalam memberi kritik
- Tidak pernah memasukkan segala sesuatu ke dalam hati
3. Perceiving (P) vs Judging (J)
Tipe dikotomi ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.
Judging bukan berarti judgemental (atau menghakimi), tapi diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat).
Perceiving
- Menginginkan keterbukanaan
- Menghargai sesuatu yang mengalir
- Beradaptasi sambil jalan
- Menyukai fleksibelitas
- Main sekarang, kerja nanti
- Menyukai proyek jangka pendek
- Berorientasi proses
- Lebih santai
- Menyukai spontanitas
Judging
- Suka akan kejelasan, kepastian
- Menghargai sesuatu yang terstruktur
- Perencanaan ke depan
- Menyukai keteraturan
- Kerja dulu, baru main
- Menyukai proyek yang sempurna
- Berorientasi hasil
- Lebih terstruktur
- Menyukai keteraturan, pasti
4. Feeling (F) vs Thinking (T)
Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagaimana orang berproses mengambil keputusan. Feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan. SementaraThinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisis untuk mengambil keputusan.
Feeling :
- Lembut hati
- Simpati pada problem orang lain
- Subyektif, nyaman dengan nilai
- Bijaksana
- Menghargai pertemanan
- Memutuskan dengan hati
- Menghargai harmony
- Terlihat emosional
- Pandai menghargai orang lain
- Memasukan segala sesuatu ke dalam hati
Thinking :
- Cenderung pada kepastian
- Menganalisis problem
- Obyektif, nyaman dengan hal logis
- Langsung
- Menghargai kompetensi
- Memutuskan dengan kepala
- Menghargai keadilan
- Terlihat tidak sensitif
- Baik dalam memberi kritik
- Tidak pernah memasukkan segala sesuatu ke dalam hati
PENUTUP
Demikian sekilas mengenal 4 (empat) kecenderungan kepribadian orang lain, sehingga diharapkan kita kalau bekerja dan berkarya di tempat kerja ada manfaat yang kita peroleh antara lain, mampu mengembangkan potensi dan penugasan yang sesuai pada staf, dapat berinteraksi dalam kelompok, menumbuhkan toleransi dan meminimalkan konflik antar personal serta mengembangkan suasana kelompok yang kondusif di tempat kerja.
No comments:
Post a Comment