Thursday, February 29, 2024

Parenting ala Orangtua Korea

Orangtua Korea cenderung memiliki pendekatan yang unik dan efektif dalam mendidik anak. Selain Nunchi, berikut beberapa gaya parenting ala orangtua Korea yang dapat ditiru:

Menganut nilai keluarga

Budaya Korea sangat menekankan pada nilai-nilai keluarga. Orangtua Korea biasanya mengambil peran otoritas utama dan dihormati anak-anak mereka. Anak-anak diajarkan untuk menghargai dan menghormati orangtua serta anggota keluarga lain yang lebih tua. Hal ini mengajarkan anak nilai-nilai tradisional seperti rasa hormat kedisiplinan, serta tanggung jawab.

Disiplin yang tegas namun tidak kasar

Orangtua Korea sangat disiplin dalam mengajarkan anaknya. Mereka tegas dalam menetapkan aturan namun tetap bersikap lembut. Para orangtua memegang standar yang tinggi dalam pendidik anak untuk berperilaku sopan dan mengikuti norma. Namun, disiplin yang dilakukan diiringi dengan cinta, perhatian, dan dukungan emosional yang kuat. Konsekuensi yang diberikan bersifat tegas namun tanpa kekerasan fisik.

Berfokus pada pendidikan

Pendidikan dianggap sangat penting di Korea. Orangtua mendorong anak-anaknya untuk dapat mencapai prestasi akademis yang tinggi dan memberikan dukungan penuh untuk pendidikan anak-anaknya. Sering kali orangtua ikut terlibat secara aktif sepeeti dengan membantu pekerjaan rumah, mendaftarkan ke bimbingan belajar, dan bahkan terlibat langsung dalam proses belajar mengajar.

Hasilkan Anak yang Cerdas dan Sukses dengan Menerapkan Parenting ala Orangtua Korea

Seperti yang sering terlihat dalam K-drama, gaya parenting ala orangtua Korea terkenal menghasilkan anak-anak yang cerdas dan sukses. Pola asuh orangtua di Korea menekankan pada nilai-nilai dan strategi yang berkontribusi dalam membesarkan anak yang cerdas, bahagia, dan juga sukses.

Anak-anak Korea dikenal berperilaku sopan, sebab mereka dibesarkan dengan nilai-niai budaya seperti rasa hormat dan kepatuhan. Mereka diajarkan untuk dapat menghormati orang yang lebih tua dan santun dalam berbahasa. Orangtua Korea cukup disiplin dalam memberi pengasuhan pada anaknya. Beberapa orangtua juga menggunakan hukuman jika diperlukan.

Gaya parenting ala orangtua Korea ini lah yang disebut dengan konsep NunchiNunchi merupakan seni membaca pikiran orang lain yang ditanamkan pada anak sejak dini. Konsep ini membantu anak memahami perasaan orang lain alam menjalin relasi atau hubungan sosial yang dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan sosial anak kelak.

Dalam bahasa Korea, Nunchi berasal dari kata “Nun” yang berarti mata dan “Chi” yang berarti alat ukur, atau secara harfiah Nunchi berarti “ukuran mata”. Dilansir dari ozkizglobal.comNunchi adalah seni merasakan apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain, yang kemudian direspons dengan tepat.

 6. Mulailah menghargai yang terjadi “sekarang”

Lupakan apa yang pernah terjadi, jangan cemaskan hal apa yang mungkin bisa terjadi di masa depan. Kamu hidup saat ini. Hal-hal yang ada di saat inilah yang penting untuk kamu jalani dan kamu syukuri.

Cobalah untuk selalu hidup “di momen ini” dan stop berpikir mengenai masa lalu dan masa depan. 

7. Mulailah Menghargai Dirimu Atas Kesalahan yang Kamu Lakukan

Eits, bukan pencapaian aja yang perlu dihargai. Kesalahan juga perlu lho. Stop mengutuki diri karena kesalahan yang kamu buat. Maafkan dirimu dan terimalah bahwa kamu punya sisi lemah yang menyebabkanmu berbuat salah.

Membuat kesalahan mengajarkanmu sesuatu, kan? Tanpa berbuat salah kamu tidak akan pernah tahu rasanya terpuruk dan harus berusaha bangkit lagi. Hargai usaha yang sudah kamu lakukan untuk bangkit dari kesalahan itu.

Yakinlah bahwa kesalahan yang pernah kamu buat adalah pintu masuk ke gerbang kesuksesanmu kelak. 

8. Mulailah Bersikap Lebih Lembut Pada Dirimu Sendiri

Coba ingat, seberapa sering kamu memarahi diri sendiri? Apakah kamu sering memaksa dirimu melebihi batas kemampuan? Berhentilah mulai sekarang. Bersikap lembutlah.

Kasih sayang yang kamu curahkan pada dirimu tidak akan membuatmu terlihat lemah, namun justru akan mebahagiakan perasaanmu. Jika bukan kamu yang menjaga dirimu sendiri mulai sekarang, siapa lagi?

9. Bersyukurlah Untuk Apa yang Kamu Miliki Saat Ini

Rasa tidak bahagia kerap muncul dari ketidak puasan atas apa yang sudah kamu miliki. Terkadang, kita memang menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolak ukur kebahagiaan kita.

JIka ini yang kamu lakukan, kamu tidak akan pernah berhenti mengejar apa yang orang lain miliki. Tanpa pernah merasa cukup dengan apa yang ada di tanganmu. Walaupun memang rumahmu saat ini masih lebih sederhana dari rumah teman kerjamu, meskipun bentuk badanmu masih belum sesempurna kawanmu — bersyukurlah.

Luangkan waktumu setiap pagi untuk mengingat apa yang sudah kamu dapatkan, dan ucapkan terima kasih atas kesempatan untuk memilikinya.

10. Mulailah Menciptakan Kebahagianmu Sendiri

Rasa bahagia tidak akan datang tiba-tiba. Kamu juga tidak bisa menggantungkan diri pada orang lain untuk bisa merasa bahagia. Definisikan kebahagianmu, dan carilah ia.

Jika kamu masih bingung, cobalah cari kegiatan yang paling kamu senangi dan lihat sisi baik dari kegiatan itu atau dengan bahasa kekinian disebut healing. Kebahagiaan biasanya datang saat kita memutuskan untuk mencarinya. 

Cara Membahagiakan Diri Sendiri dengan Mudah

1. Mulailah menghabiskan waktu dengan orang yang tepat

Pastikan kamu menghabiskan waktu dalam hari-harimu dengan orang yang benar-benar mendukungmu. Mereka yang menyemangatimu untuk mencapai mimpi, mereka yang mendorongmu bangkit dari keterpurukan, dan yang terpenting — mereka yang menerima dan mencintaimu apa adanya. Orang-orang yang tidak akan menilai tindakanmu tanpa tahu maksud dibaliknya. 

2. Mulai Untuk Tidak Menghindari Masalah

Sebuah masalah akan tetap menjadi masalah, kecuali kamu mengambil langkah untuk mencari penyelesaiannya. Ingatlah bahwa masalah yang kamu hadapi tidak mendefinisikan siapa dirimu. Namun, responmu terhadap masalah itulah yang membentuk citra dirimu.Setiap menghadapi masalah, langsung lakukan apa yang bisa kamu lakukan saat itu juga. Setiap langkah, sekecil apapun itu, bisa membantumu untuk keluar dari masalah yang kamu hadapi. 

3. Mulailah Untuk Selalu Jujur Pada Dirimu Sendiri

Katakan yang sebenarnya pada dirimu sendiri. Jujurlah pada dirimu soal apa yang menurutmu benar, hal apa yang salah di matamu serta aspek apa dalam hidup yang perlu kamu rubah. Akui juga kesalahan-kesalahan yang sudah kamu lakukan. Pada akhirnya, kamu tidak pernah bisa menggantungkan harapan pada siapapun kecuali ke dirimu sendiri kan? Dengan melakukan ini, kamu akan lebih memahami langkah apa yang perlu kamu ambil untuk membuat hidupmu lebih baik. 

4. Mulailah Menjadikan Kebahagiaanmu Sendiri Sebagai Prioritas

Membahagiakan diri sendiri bukan berarti berubah jadi orang egois yang tidak peduli kebahagiaan orang lain. Hey, sebenarnya kamu bisa membahagiakan dirimu SEKALIGUS membahagiakan orang lain lho.

Dirimu itu penting. Mulai sekarang, cobalah untuk melakukan hal yang membuatmu bahagia. Mulailah merawat tubuh dan perasaanmu. Saat kamu sudah merasa bahagia, akan lebih mudah kamu bisa membahagiakan orang lain.

5. Jadilah Dirimu Sendiri

Berusaha menjadi orang lain adalah kesia-siaan besar. Kamu punya keunikan didalam dirimu yang bisa kamu kembangkan. Galilah kepribadian unik dalam tubuhmu, keluarkan dan jangan pernah takut akan komentar orang.

Mereka yang berhak ada di hidupmu adalah mereka yang mau menerima semua kebaikan dan keburukanmu.

15 Extremely Chic December Outfits for Holiday Parties, New Year's Eve, and More

F riends, the best time of year is finally upon us: sequin season! For the next 31 days (give or take) it will be socially acceptable—nay,  ...