McMillan & Wife (dikenal hanya sebagai McMillan dari 1976–77) adalah prosedur polisi Amerika yang disiarkan di NBC dari 1971 hingga 1977. Dibintangi oleh Rock Hudson dan Susan Saint James dalam peran judul, serial ini ditayangkan dalam episode sebagai bagian dari roda Universal Television seri NBC Mystery Movie, diputar bersama Columbo dan McCloud. Awalnya ditayangkan pada Rabu malam, lineup asli digeser ke hari Minggu di musim kedua, di mana ia ditayangkan untuk sisa perjalanannya. Ini adalah elemen pertama yang dibuat untuk untaian Film Misteri.
McMillan & Istri berkeliling di sekitar komisaris polisi San Francisco 40-ish, Stuart McMillan (Rock Hudson) dan istrinya, 20-sesuatu yang menarik, cerdas dan ramah Sally (Susan Saint James). Seringkali, alur cerita menampilkan Mac dan Sally menghadiri pesta-pesta modis dan amal sebelum menyelesaikan perampokan dan pembunuhan. John Schuck tampil sebagai Sgt. Charles Enright dan Nancy Walker adalah Mildred, pelayan sarkastik dan keras-minum pasangan itu, keduanya berperan sebagai bantuan komik.
Buku Tertutup adalah film Inggris 2010 yang didasarkan pada novel dengan nama yang sama oleh Gilbert Adair, tentang seorang penulis buta yang mempekerjakan seorang asisten untuk membantunya menulis novelnya. Sepanjang film, asisten mulai memainkan trik kejam dan kejam terhadap majikannya. Film ini disutradarai oleh Raúl Ruiz, dan dibintangi Daryl Hannah sebagai asisten Jane Ryder, dan Tom Conti sebagai penulis Sir Paul. Sebuah Buku Tertutup difilmkan di Knebworth House di Inggris.
Sir Paul (Tom Conti) adalah seorang kritikus seni dan penulis yang buta dalam kecelakaan mobil. Dia tinggal sendirian di sebuah rumah besar di Inggris. Dia mencari seorang amanuensis atau "penulis hantu" Ghost Reader untuk membantunya menulis buku terakhirnya, otobiografi, dan mewawancara beberapa kandidat yang tidak berhasil sampai Jane Ryder (Daryl Hannah) melamar untuk posisi itu. Karena dia cerdas dan terus terang, Sir Paul mempekerjakannya, dan dia menjelaskan kepadanya bahwa dia sekarang akan tinggal di rumah dan memperkenalkan Ibu Kilbride (Miriam Margolyes), juru masak dan pengurus rumah tangga. Dia kemudian melanjutkan untuk membocorkan claustrophobianya dan "ketakutan yang luar biasa terhadap kegelapan," meskipun dia menjadi buta, dan meminta agar lampu dinyalakan, "pada saat yang sama seperti ketika mereka berada di rumah yang normal."
Jamal Khasoggi dibungkam secara sadis. Konon, ia dihabisi karena terlalu kritis. Namun, yang tak disadari para algojonya, sang jurnalis yang tewas mungkin lebih 'berbahaya' daripada saat masih hidup.
Kematiannya yang tragis dianggap menghadirkan ancaman nyata pada dua hal yang selalu ia kritisi: Kerajaan Arab Saudi dan khususnya putra mahkota, Mohammed bin Salman (MBS).
Siang itu, Selasa 2 Oktober 2018, menjadi pertemuan terakhir Hatice Chengiz dan Jamal Khashoggi. Keduanya berpisah di depan pagar pembatas. Perempuan Turki itu menanti di luar saat tunangannya memasuki kompleks konsulat Arab Saudi di Istanbul. Untuk mengurus dokumen pernikahan mereka.
Pria 59 tahun tersebut melangkah gagah. Jas hitam yang ia kenakan tak dikancing. Setelah menganggukkan kepala pada penerima tamu, Khashoggi masuk ke gedung konsulat pada pukul 13.14 waktu setempat. Rekaman CCTV yang beredar kali terakhir merekam penampakannya sedang berdiri di depan loket.
Setelah itu, Khashoggi tak pernah keluar. Ia raib tanpa jejak. Saat pria yang ia cintai tak kunjung muncul, Chengiz segera menghubungi aparat.
"Mereka merampas ragamu dari duniaku. Namun, tawa indahmu abadi dalam jiwaku. Kekasihku #jkhashoggi," tulis Hatice Chengiz Sabtu malam, 20 Oktober 2018, tak lama setelah Arab Saudi mengakui, Khashoggi tewas di dalam gedung konsulat.
Perempuan itu menyertakan salah satu video Khashoggi, kala jurnalis sekaligus analis itu tertawa ketika seekor kucing melompat ke pangkuannya, menginterupsi wawancara yang tengah dilakukan.
Di abad ke-21 ini, rasisme ternyata masih menjadi momok di beberapa negara. Konflik dan diskriminasi masih kerap terjadi. Maka, rasisme menjadi bahasan yang tetap relevan. Di dunia film, tema ini belakangan mengemuka.
Salah satu yang kencang mengangkat tema ini adalah dari kalangan kulit hitam yang mencoba mengingatkan masyarakat bahwa persoalan ini perlu menjadi perhatian. Jordan Peele pun melahirkan satu karya sinematik pertamanya berjudulGet Out. Mengusung tema rasisme, hasilnya pun luar biasa.
Tidak seperti kebanyakan film yang mengangkat persoalan rasisme lewat narasi yang cukup berat, Jordan Peele mengemas Get Out dengan lebih ringan. Alur cerita Get Out mengalir lancar tanpa penonton harus bertanya-tanya kebingungan. Walau ringan, film ini tetap menjadi thriller yang berkelas lewat skenario kuat yang juga ditulis oleh sang sutradara. Get Out adalah film yang mengandalkan cerita yang disusun dengan seksama untuk membuat penonton terpaku pada kursi bioskop sampai filmnya habis.
Get Out bercerita tentang Chris Washington (Daniel Kaluuya) berkunjung ke rumah orangtua pacarnya, Rose Armitrage (Allison Williams). Namun, kunjungan ke rumah calon mertua ini tidak seceria film Meet The Parents, karena semakin lama Chris di tempat itu, semakin banyak kejadian ganjil terjadi. Kejadian itu seperti anehnya tingkah polah kedua orangtua dan kakak Rose, kedua pembantu kulit hitam yang perlakuannya tidak wajar, hingga para tetangga yang perlakuannya tidak membuat Chris nyaman. Semua kejadian itu pun mengarah ke inti misteri film
Di film Get Out, Jordan Peele memberi dimensi yang berbeda tentang rasisme. Dikemas dengan genre horor-thriller, film ini bertutur dengan cara yang cukup mengesankan. Rasisme yang diangkat pun bukan sekadar tentang orang kulit putih menindas orang kulit hitam. Jordan Peele memasukkan rasisme yang cara yang lebih halus, tidak terlalu tajam tapi mengena. Ketimbang berkoar-koar soal penindasan, Peele mengangkat hal yang lebih kontemporer. Seperti misalnya dialog atau perkataan yang terkesan wajar, namun sebenarnya membuat orang kulit hitam tidak nyaman ketika disampaikan.
Kengerian di film Get Out memang tidak hanya diperlihatkan lewat karakter antagonisnya. Dialog juga menjadi medium untuk memberikan kengerian tersebut. Lewat dialog, aura horor dibangun dengan pelan tapi pasti. Diselipkan juga di antara dialog itu adalah tindakan verbal dari orang seisi rumah kepada Chris. Kadang dialog itu mengundang senyum, namun lama kelamaan malah terasa mengganggu. Dialog yang di awal terasa ringan dan menyenangkan pun berubah menjadi gelap dan satir seiring perjalanan filmnya.
Dialog bukan satu-satunya yang menjadi kekuatan utama di film ini. Bagaimana cerita ini disusun dengan rapi dan diperhatikan satu per satu, dari adegan demi adegan, menjadi hal yang membuat film Get Out bisa jadi bahasan panjang. Satu kali menonton film ini, penonton hanya dapat menangkap kengerian dan permainan emosi yang diperankan sangat baik oleh Daniel Kaluuya sebagai karakter Chris. Namun saat menyaksikan untuk kedua atau ketiga kalinya, hal-hal kecil yang terlewat patut diperhatikan. Coba saja cari diskusi film ini di dunia maya, maka kamu akan menemukan poin-poin menarik dimana Jordan Peele bermain-main dengan tema rasisme.
Get Out menjadi salah satu film wajib tonton di tahun 2017. Jangan berharap kalau di film ini mengumbar jump scare, kaget-kagetan sampai akhir. Film ini murni berpegang pada penulisan naskah yang kuat, akting yang baik, dan juga simbolisme yang bertebaran sepanjang film. Jika suka dengan film yang penuh teka-teki, menyaksikan Get Out perlu lebih dari satu kali agar bisa menemukan potongan puzzle yang disebar-sebar.
Gina (Kim Basinger) sebenarnya tak pernah berharap Mariana (Jennifer Lawrence), putrinya, tahu bahwa ia memiliki hubungan dengan pria lain selain ayah Mariana. Namun apa daya, Mariana yang mulai menginjak remaja mencium gelagat buruk ibunya dan mengikuti ke mana ibunya pergi.
Saat Gina menemui Nick Martinez (Joaquim de Almeida), kekasih gelapnya, Mariana mengikuti Gina dari belakang dan berusaha menghentikan hubungan mereka dengan segala macam cara. Sayangnya, tanpa sengaja Mariana menyebabkan trailer tempat Gina dan Nick bertemu terbakar dan mengakibatkan kematian dua orang ini. Setelah pemakaman, Mariana bertemu Santiago (JD Pardo), putra Nick, dan mulai menjalin asmara dengan pria yang baru dikenalnya ini.
Ignacio was born in Lanús Este, Buenos Aires, Argentina. When he was 11 his family moved to Mexico city where he went to high school. His family then moved to New York City where he applied to Syracuse University and got accepted into the theater program. At the end of his sophomore year they moved once again to Los Angeles and he transferred to Loyola Marymount University. At the beginning of his senior year he was cast on ABC's General Hospital.
Liputan6.com, Jakarta -Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo M 6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB.
BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 Lintang Selatan dan 114,43 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.
Film ini mengisahkan tentang Keith, sosok yang cuek, asal-asalan, spontan, namun di balik itu menyimpan banyak rahasia dimana tak banyak orang yang tau (karena memang tidak punya banyak teman).. Saat kelas kimia akhir, Keith dipasangkan dengan Natalie untuk kegiatan praktikum di lab.. Kebalikan dari Keith, Natalie adalah orang yang perfeksionis, pintar, berorientasi pada hasil, dan ambisius..
Perbedaan di antara keduanya menimbulkan friksi, yang secara tidak langsung membuat mereka saling mengenal satu sama lain.. Pada suatu titik, Keith mendadak menghilang begitu saja.. Saat itulah Natalie menyadari ada bagian dari dirinya yang ikut hilang.. Natalie kemudian berusaha menemukan Keith, dari situ dia baru sadar bahwa Keith adalah sosok misterius.. Dia berusaha mencari tau siapa sebenarnya Keith dan rahasia apa yang disimpannya..
Awalnya film ini dibuat menyebalkan tapi bikin penasaran, Siapa sih Keith ini? Maunya apa sih ini orang?merasakan berada di posisi Natalie yang sama sekali tidak tau, tapi melalui setiap perbincangannya dengan Keith dia seperti ditantang untuk mencari tau.. Di satu titik Keith menjadi sangat menyebalkan, ini puncaknya.. Selepas itu satu per satu fakta diungkap.. Dan ending-nya, somehow bikin nangis.. Yak! Film ini tidak menceritakan secara eksplisit betapa menderitanya si tokoh utama.. Namun, pada akhirnya berubah 360° kita dibuat masuk pada karakter Keith, merasakan dan memandang sesuatu dari sudut pandangnya.. Dan itu cukup menyentak (+bikin nangis)..
Keith ini adalah film drama romantis, tipe seperti ini sebenarnya banyak antara lain pernah saya bahas di sini, yaitu A Moment to Remember dan A Walk to Remember.. Namun yang saya suka dari film Keith ini, seperti yang saya tulis sebelumnya, tidak menekankan pada betapa menderitanya si tokoh utama atau betapa dalam cinta seseorang, namun lebih jauh lagi ada pelajaran yang bisa diambil mengenai pandangan hidup..
Betapa waktu dapat mempengaruhi cara pandang kita terhadap hidup.. Saat kita mati-matian mengejar cita-cita setinggi langit, mengorbankan banyak waktu untuk menjadi sosok yang sempurna, menjadi tertekan jika ada target yang tidak tercapai, sesungguhnya banyak orang yang tidak seberuntung kita bahkan untuk mewujudkan harapan yang sederhana saja..