Berisik dan hiperaktif. Sebenarnya cukup menarik karena ESFP punya dunia yang lebih berwarna daripada INTJ. Dunia yang sangat berbeda itulah yang menjadi daya tariknya. ESFP seakan menjanjikan petualangan seru dan menyenangkan untuk dicoba. Tetapi untuk mengikuti petualangan tersebut pasti akan sangat menguras tenaga dan waktu yang dianggap berharga oleh INTJ. Lebih baik digunakan untuk menikmati waktu sendiri. Kalau saya sendiri cukup excited untuk mencoba petualangan tersebut. Namun, hanya sekedar mencoba yang artinya hanya akan saya lakukan sesekali dan bukan menjadi rutinitas.
Sangat tidak efisien. Saya masih tidak habis pikir dengan ESFP yang selalu mengejar trend. Untuk apa? Apakah untuk mendapat pengakuan? ESFP yang saya kenal begitu terobsesi dengan style berpakaian seseorang. Bahkan sampai di titik menyebalkan ketika dia selalu membahas bagaimana cara berpakaian seseorang yang dianggap modis. Sebenarnya saya tidak masalah menampung segala kebacotannya tentang fashion, hitung-hitung menambah pengetahuan dan sudut pandang baru. Tetapi yang tidak saya suka adalah ketika pada akhirnya dia membandingkan cara berpakaian orang-orang yang tidak saya kenal itu dengan cara berpakaian saya. Menyuruh saya mengubah penampilan agar menjadi "lebih baik" menurut seleranya. Pertanyaannya, kenapa saya harus? Untuk apa? Untuk mengesankan siapa? Apakah sepadan dengan usaha yang harus saya keluarkan? Karena sejujurnya saya tidak tertarik untuk mengubah apapun dari penampilan saya. Di titik ini saya merasa orang ini benar-benar toxic.
Meskipun menyebalkan tapi ESFP yang saya kenal ini juga punya sisi menggemaskan. Bahkan bisa diibaratkan seperti bocah atau anak kucing. Dia selalu mencoba menarik perhatian saya dengan berbagai macam cara. Seperti mengeluhkan dosennya yang menyebalkan atau harinya yang penuh dengan aktivitas dan interaksi dengan orang-orang, tapi katanya tidak lebih seru daripada menghabiskan waktu mengobrol dengan saya. Sampai merajuk karena katanya saya terlalu cuek dan dingin. Tetapi dia tidak pernah jerah dan kembali menempel pada saya. Secara verbal maupun fisik dia sangat lembut. Tentu saja untuk verbal, dia bisa sangat menyebalkan ketika berniat jahat. Namun, pada keadaan normal ESFP ini sangat bisa memberikan apa yang ingin didengar oleh lawan bicaranya. Ia mampu menyenangkan orang lain lewat perkataannya. Untuk sentuhan fisik ESFP yang saya kenal seperti memiliki bakat alami dalam melakukan skinship. Bahkan untuk sekedar meraih tangan saya ketika hendak menyuruh saya duduk benar-benar terasa lembut dan alami tanpa canggung. Sangat piawai menciptakan momentum yang pas untuk melakukan skinship romantis. Ibaratnya walaupun tidak ada momen romantis, tapi si ESFP mampu menciptakan momen tersebut dengan bakat alaminya.
Walaupun sangat bawel dan selalu ingin mengobrol dengan saya, tapi ESFP yang saya kenal ini cenderung tidak bisa diajak mengobrol berat ataupun abstrak dan filosofis. Ia selalu berfokus pada apa yang terjadi saat ini dan malas memikirkan hal yang belum terjadi. Secara alami pun ia tidak mampu mengerti permasalahan mengenai topik pembahasan yang berat, sehingga tidak bisa diajak diskusi untuk menemukan solusi. Kecuali hal praktis yang memang menjadi keahliannya atau sesuatu berdasarkan pengalamannya. Sehingga kalau dipertimbangkan untuk pasangan hidup, menurut saya ESFP hanya akan bersemangat mengikuti rencana-rencana saya tanpa benar-benar paham makna dan tujuan dari rencana tersebut. Saya mungkin akan mendapatkan eksekutor atau support yang bisa diandalkan, tetapi akan merasa kesepian karena merasa tidak benar-benar dipahami dan dimengerti. Oleh karena itu, saya rasa si ESFP ini lebih cocok untuk saya jadikan partner in crime atau sahabat saja.
Untuk kesimpulannya, sejujurnya saya sangat menyukai ESFP karena ia mampu membawa saya keluar dari zona nyaman dan tidak pernah bosan mendatangi saya lebih dulu meskipun saya selalu kaku dan dingin. Tapi terlalu melelahkan untuk mengikuti dunianya dan menghadapi segala macam tingkah capernya. Terlebih ia tidak bisa memahami kedalaman pikiran saya. Seperti warna pastel yang menarik dan manis, tetapi saya lebih suka warna hitam yang sederhana dan dalam.
No comments:
Post a Comment