Berdasarkan pengalaman pribadi, sebenarnya saya tidak membatasi diri soal bahan bahasan. Selama ini saya cukup bisa menyesuaikan dengan topik bahasan apapun. Termasuk tentang trend atau topik terkini, bahkan gosip. Kalau mengacu stereotipnya, INTJ sering digambarkan sebagai karakter yang anti gosip dan hal-hal di luar topik berat. Tapi kalau saya melihat diri sendiri, rasanya stereotip itu terlalu ekstrim dan berlebihan. Seperti orang lain pada umumnya, saya juga membahas hal-hal yang terjadi sehari-hari. Tidak melulu tentang konspirasi, teori-teori membosankan, atau misteri kriminal. Terlebih saya selalu tersempil di antara teman-teman feelers (perasa), yang membuat sebagian besar bahasan kami bukan topik yang berat.
Untuk itu saya cukup bersyukur karena berkat mereka saya bisa melatih fungsi Fe saya. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana kami mencerna bahasan tersebut. Misalnya saat ada gosip tentang artis A yang di-KDRT oleh suaminya, lalu bukannya berpisah mereka malah kembali rujuk seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Saya merespon dengan tidak habis pikir. Karena saya tidak mengerti kenapa dia mau menerima kembali seseorang yang sudah menimbulkan kerugian untuk dirinya dan tidak bernilai untuk dipertahankan.
Seperti menyimpan rongsokan tidak berguna. Tetapi teman-teman saya yang adalah feelers memiliki pendapat bahwa si artis ini mungkin mempertimbangkan anak serta nama baik keluarganya. Kalau menurut saya justru harusnya dia membuang suami seperti itu karena malah akan merugikan dia dan anaknya secara mental maupun fisik kedepannya.
Siapa yang bisa menjamin dia tidak mengulangi perbuatannya? Selain itu untuk menjaga kehormatan keluarga, harusnya dia bertindak tegas terhadap orang yang sudah melukai kehormatan keluarganya dengan perbuatan tersebut. Tapi teman-teman saya dapat mengerti bahwa si artis tidak ingin anaknya tumbuh tanpa ayah kandung dan perceraian juga menjadi hal tabu untuk sebagian besar masyarakat. Jadi intinya, topik bahasan apapun sebenarnya tidak masalah untuk INTJ. Karena pada akhirnya proses berpikir INTJ akan tetap logis walaupun topik yang dibahas hanyalah topik ringan. INTJ juga tetap bisa menemukan hal-hal yang menarik untuknya dalam setiap topik bahasan. Karena pada dasarnya bukan topiknya yang menjadi kunci, tapi bagaimana INTJ mengolah informasi dari topik tersebut. Yang tidak logis bisa dilogiskan dan yang tidak filosofis bisa difilosofiskan. We don't need a topic, a topic that needs us. Daripada terpaut pada topik tertentu, untuk saya pribadi saya lebih mengutamakan dengan siapa saya mengobrol. Saya senang dengan orang yang memiliki pikiran dan wawasan yang terbuka. Kami tidak harus sepaham dan memiliki selera yang sama, tapi bisa tetap berdiskusi dan bertukar pikiran dengan point of view masing-masing.
No comments:
Post a Comment