Saya perempuan INTJ. Sering banget merasa terasing di lingkungan perempuan karena yang dibahas menurut saya hal-hal tidak berguna. Misal: menggosip tetangga untuk menambahkan 'dosa' si tetangga yang sedang mereka gosipkan. Sedangkan menurut saya, kalau mau bahas, carilah jalan keluar dari permasalahan si tetangga, jangan malah menambahkan beban padanya. Jika membicarakan tanaman, saya lebih suka bergosip bagaimana tanaman kami tumbuh lebih baik, lebih subur, lebih indah, dll yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan, dan bukannya malah menggosipkan si empunya tanaman yang tidak mau merawat tanamannya atau tidak mau memberikan tanaman itu pada yg bergosip. Intinya, INTJ 'bergosip' untuk mencari jalan keluar, bukan menjelek-jelekkan sesuatu hal.
By Kristiani Wahyuni
Betul sekali, dalam topik gosip pun otak INTJ akan otomatis mencari solusi daripada membahas tentang moral dan perasaan. Terlebih kalau itu hanya moral umum yang merupakan konstruksi masyarakat atau moral pribadi seseorang. Belum tentu masuk akal menurut si INTJ.
Saya juga seringkali merasa diri saya cukup menyebalkan, karena setiap membahas sesuatu saya kurang bisa bersimpati dan berempati, malah langsung melemparkan solusi agar permasalahan itu cepat selesai. Karena yang ada di otak saya adalah kalau masalahnya selesai maka dampak psikologis dan kerugian lainnya juga akan teratasi. Seperti mbaknya yang tidak mau membuang waktu untuk mengomentari hal tidak berguna dan lebih fokus pada penyelesaian masalahnya.
Ini kadang terasa menyebalkan untuk orang lain karena mereka yang masih ingin bergosip dan menilai baik buruk orang lain, tapi malah dipotong oleh solusi yang kita lemparkan😂 Juga kadang solusi yang kita berikan semestinya dikebelakangkan dulu dan mengutamakan validasi emosi terlebih dahulu. Tapi dalam lingkungan pertemanan saya justru itulah yang menjadi penyeimbang, tidak hanya terpaku pada moral dan perasaan tapi juga bisa tetap logis dan praktis. Begitu sebaliknya.
By Ann
No comments:
Post a Comment