Di era yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, generasi muda, khususnya Gen Z, semakin menunjukkan kecenderungan untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja. Munculnya fenomena side hustle menjadi bukti bahwa mereka memiliki cara pandang baru terhadap karier, stabilitas finansial, dan self-growth. Bagi Gen Z, side hustle bukan sekadar kerja tambahan, tapi juga wadah untuk mengekspresikan kreativitas, mengejar passion, dan membangun identitas profesional sejak dini. Lantas, apa yang sebenarnya mendorong Gen Z untuk begitu antusias menekuni berbagai side hustle di tengah rutinitas mereka?
Apa itu Side Hustle?
Side hustle adalah pekerjaan sampingan yang dilakukan di luar pekerjaan utama atau kegiatan utama seseorang (misalnya kuliah atau kerja full-time). Berbeda dengan kerja penuh waktu yang terikat jam dan kontrak, side hustle lebih fleksibel dan seringkali dijalani sesuai passion atau minat pribadi.
Contohnya bisa berupa jualan online, menjadi content creator, freelance desain atau menulis, buka usaha kecil-kecilan, hingga monetisasi hobi seperti melukis atau memasak.
Mengapa Gen Z Tertarik Memiliki Side Hustle?
1. Menambah Penghasilan di Tengah Biaya Hidup yang Meningkat
Banyak Gen Z yang merasa gaji atau uang bulanan saja tidak cukup memenuhi kebutuhan. Side hustle jadi cara cerdas untuk punya tambahan pemasukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau kuliah.